peluang usaha

Tuesday, April 3, 2012

Masalah Vagina ( bintik putih dalam vagina)

Dokter, saya mempunyai seorang teman yang punya masalah bibir vaginanya tidak sama. Normalkah keadaan itu? Apakah bintik-bintik putih (seperti garam) yang terdapat dalam vagina harus dibersihkan?

Jawab :

Ukuran bibir vagina yang tidak sama kiri dan kanan, normal saja. Seperti juga Allah berikan hidung ada yang mancung ada yang pesek, atau payudara tidak sama besar atau alis mata lebih tebal sebelah. Yang penting tidak sampai mengganggu fungsi. Kalau ukuran yang besar sebelah jadi mengganggu, seperti sakit bila duduk, atau yang lainnya sebaiknya segera periksa ke dokter kulit dan kelamin terdekat.

Bintik-bintik putih di lipatan antara bibir luar dan bibir dalam vagina adalah kotoran dan bisa menjadi tempat tumbuhnya kuman, jamur atau virus. Sebaiknya segera dibersihkan. Caranya, cuci dengan sabun lunak seperti sabun bayi atau sabun khusus pembersih vagina yang pHnya3,5 (banyak dijual di pasaran). Kemudian bilas dengan air sampai bersih betul. Jangan sampai ada sabun yang tertinggal karena dapat menimbulkan iritasi atau alergi. Membasuh dengan sabun sebaiknya secara lembut. Jangan digosok keras-keras. Arahnya dari depan ke belakang supaya kuman di daerah anus tidak masuk ke vagina.

Sumber : Majalah Ummi no.5/XV September - Oktober 2003/1424

Monday, April 2, 2012

Herpes

Dokter saya ingin bertanya tentang penyakit herpes. Apa penyebabnya? Bisakah bekas luka 'bakar' akibat herpes sembuh? Menularkah penyakit ini? Apakah penyakit ini kambuhan? Apakah ada herpes yang lain selain herpes genital? bagaimana caranya agar penyakit ini tidak muncul lagi?

Jawab :

Penyakit Herpes adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus. Ada dua jenis penyakit herpes karena virus penyebabnya juga berbeda, yaitu :
  1. Herpes Zoster ( cacar ular ). Penyebabnya virus cacar air ( Varicella Zoster). Orang yang kena penyakit ini biasanya sudah pernah kena cacar air. Sewaktu penyakit cacar airnya sembuh, ada virus bandel yang masih hidup dan bersembunyi di simpul saraf dalam tubuh (bisa puluhan tahun). Kalau daya tahan tubuh kita turun, misalnya karena terlalu lelah dan stres, maka virus yang bersembunyi tadi keluar menyerang saraf-saraf kulit. Terjadilah penyakit herpes zoster. Gejalanya, penyakit ini selalu menyerang separuh saja dari tubuh. Tidak menyebar. Bentuknya berupa gelembung-gelembung berisi air yang menggerombol. Rasanya nyeri sekali. Pada orang tua berusia lebih dari 50 tahun sebaiknya cepat diobati dokter. Bila tidak, bisa menyebabkan nyeri menetap setelah herpes ( neuralgia pasca herpes), yaitu kulitnya sudah normal tapi tetap terasa nyeri sampai bertahun-tahun. Herpes zoster ini hampir tidak pernah kambuh lagi.
  2. Herpes Simpleks. Penyebabnya adalah virus herpes simpleks I (daerah kepala) dan virus herpes simpleks II (kelamin).
  • Herpes Simpleks I, terjadi kalau ketularan orang yang sedang menderita penyakit tersebut. Umumnya mengenai mata dengan gejala seperti sakit mata biasa, merah tapi sakit sekali. Atau bibir, berupa gelembung-gelembung kecil berisi air atau luka-luka kecil. Rasanya sangat nyeri.
  • Herpes Simpleks II, disebut sebagai herpes genital (kelamin), ditularkan melalui hubungan kelamin dengan orang yang menderita penyakit ini. Gejalanya berupa luka-luka kecil yang sangat nyeri di daerah kelamin. Bisa menyebabkan cacat pada bayi kalau diderita pada saat hamil. Herpes Simpleks ini kambuh-kambuhan, karena virusnya gemar main petak umpet. Sering tidak bisa dimatikan oleh obat bila terlanjur sembunyi ke dalam sel. Virus menjadi aktif dan keluar dari tempat persembunyiannya kalau daya tahan tubuh menurun.
Alhamdulilah, obat untuk virus herpes, baik zoster maupun simpleks sudah ada walaupun harganya masih cukup mahal meski yang generik sekalipun. Kuncinya adalah berobatlah sesegera mungkin begitu penyakit herpes kambuh yaitu sebelum 36 jam. Pada awal penyakit, hampir semua virus berada dalam darah dan belum bersembunyi, sehingga bisa dibasmi oleh obat.

Kalau sudah terlanjur menderita penyakit ini, terutama herpes simpleks, cara mencegah kambuh adalah dengan menjaga daya tahan tubuh. caranya konsumsi makanan bergizi, olah raga, cukup beristirahat fisik dan mental. Jangan lupa, hindari stres dengan bertawakal kepada Allah SWT.

Sumber : majalah Ummi no. 5/XV September-oktober 2003/1424H